Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Digital
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Admin
  • Arsip
  • Member
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Faktor-Faktor Yang Melatar Belakangi Pembukaan Ekspor Sedimentasi Laut Indonesia Tahun 2023 (Skripsi Ilmu Hubungan Internasional 2025)

Text

Faktor-Faktor Yang Melatar Belakangi Pembukaan Ekspor Sedimentasi Laut Indonesia Tahun 2023 (Skripsi Ilmu Hubungan Internasional 2025)

Zalfa Hafizoh Taufiqur-2021-22-018 - Nama Orang; Nadirah (Ketua Sidang) - Nama Orang; Andre Ardi (Ketua Sidang) - Nama Orang; Kesi Yovana (Dosen Pembimbing) - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
SK.00054327 Zal fTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
327 Zal f
Penerbit
Jakarta : Fakulta Ilmu Sosial Dan Ilmu Poolitik., 2025
Deskripsi Fisik
xvii, 109 hal; 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
327
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
International relations-Indonesia-20st Century
Info Detail Spesifik
Kebijakan pembukaan ekspor sedimentasi laut di Indonesia tahun 2023 merupakan langkah strategis pemerintah yang dilatarbelakangi oleh kombinasi faktor ekonomi, lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam. Secara ekonomi, sedimentasi laut—yang selama ini dianggap limbah hasil pengerukan—dipandang memiliki nilai jual, khususnya untuk kebutuhan reklamasi dan konstruksi di negara lain. Hal ini membuka peluang peningkatan devisa negara serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya tidak bernilai. Dari sisi lingkungan, pemerintah berargumen bahwa pengendalian sedimentasi diperlukan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan kelancaran alur pelayaran. Penumpukan sedimen di wilayah tertentu dapat mengganggu aktivitas pelabuhan dan merusak habitat laut, sehingga pengerukan dianggap sebagai solusi teknis yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi jika hasilnya diekspor. Selain itu, faktor regulasi menjadi pendorong utama, khususnya melalui perubahan kebijakan yang sebelumnya melarang ekspor pasir laut. Pemerintah berupaya membedakan antara “pasir laut” dan “hasil sedimentasi” untuk membuka ruang legal ekspor dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pengawasan ketat. Namun, kebijakan ini juga menuai kritik dari berbagai pihak, terutama terkait potensi kerusakan lingkungan, ancaman terhadap ekosistem pesisir, serta dampak sosial bagi nelayan. Kekhawatiran terhadap lemahnya pengawasan dan potensi eksploitasi berlebihan menjadi isu penting dalam implementasi kebijakan ini.
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik