Keberhasilan setiap etnik budaya dan antarpemeluk agama untuk hidup berdampingan dalam perbedaan-perbedaan kulturalnya merupakan fakta lain yang harus dipertimbangkan dan tanpa menafikan potensi konflik yang ada pada masyarakat heterogen. Bukan konflik yang menjadi isu penting dalam hubungan antaretnik dan agama, tetapi juga basis akomodasi kultur sosial yang memungkinkan harmoni sosial bisa tercipta. Tak hanya itu, jika pluralisme budaya bisa dikelola dengan baik maka hal tersebut bisa menjadikan masyarakat dan bangsa akan senantiasa damai dan stabil dalam segala lini kehidupannya. Buku ini menghadirkan hasil kajian menyoal komunikasi antarbudaya sebagai upaya membangun sikap egaliter dan harmoni sosial pada masyarakat multikultur dengan studi kasus tradisi Saling yang dilestarikan oleh masyarakat etnis Bali yang beragama Hindu dan masyarakat etnis Sasak yang beragama Islam di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pembaca akan disajikan betapa indahnya proses dialektika antaragama dan tradisi Saling yang merepresentasikan bahwa agama merupakan ajaran normatif universal yang diakomodasikan dalam kebudayaan manusia tanpa harus kehilangan identitasnya masing-masing.