Text
Perbandingan Efektivitas Klorheksidin 2% dan Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus ATCC 29213
Latar belakang : Kegagalan perawatan endodontik sering disebabkan oleh bakteri persisten di dalam saluran akar. Salah satu bakteri yang ditemukan adalah Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri Gram positif anaerob fakultatif. Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb.) mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang memiliki potensi anti bakteri. Klorheksidin 2% merupakan bahan irigasi saluran akar yang memiliki spektrum antimikroba luas serta efektivitas yang bertahan lama terhadap berbagai bakteri, termasuk Staphylococcus aureus.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas anti bakteri antara ekstrak gambir dan klorheksidin 2% dalam
menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 29213.
Metode : Penelitian ini menggunakan 24 sampel dibagi menjadi enam kelompok perlakuan, yaitu ekstrak gambir dengan konsentrasi 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta klorheksidin 2%. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram, diukur dari diameter zona bening di sekitar cakram.
Hasil : Ekstrak gambir dan klorheksidin 2% menunjukkan aktivitas anti bakteri terhadap S. aureus. Konsentrasi ekstrak gambir
5% menghasilkan zona hambat sebesar 0,95 mm, sedangkan klorheksidin 2% mencapai 13,9 mm. Secara statistik data tidak berbeda signifikan (p>0,05).
Kesimpulan : Klorheksidin 2% memiliki daya hambat lebih besar dibandingkan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 29213.
Kata Kunci : Ekstrak gambir, Klorheksidin 2%, Staphylococcus aureus, Uji daya hambat
| SFKG002121 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain