Text
Daya Hambat Ekstrak Serai Dapur (Cymbopogon citratus) Jawa Barat terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212
Latar Belakang : Perawatan saluran akar ulang merupakan prosedur dental yang dilakukan untuk merawat saluran akar yang terinfeksi kembali. Penyebab kegagalan pada perawatan saluran akar, salah satunya adalah bakteri Enterococcus faecalis. Serai dapur (Cymbopogon citratus) memiliki sifat antibakteri dan memiliki kandungan saponin, flavonoid, polifenol, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri.
Tujuan : Mengetahui daya hambat ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) Jawa Barat terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Bahan dan Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris menggunakan metode cakram. Sampel yang diuji berjumlah 25 sampel berupa biakkan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dalam media Tryptone Soya
Broth Agar (TSB-A). Variasi konsentrasi kelompok perlakuan ekstrak serai dapur Jawa Barat adalah 10%, 20%, 30%, dan NaOCl 2,5% sebagai kontrol positif. Uji daya hambat diamati setelah 24 jam dan diukur menggunakan jangka sorong.
Hasil Penelitian : Daya hambat ekstrak serai dapur Jawa Barat tertinggi pada konsentrasi 20% sebesar 1,63 mm, diikuti dengan konsentrasi 30% sebesar 1,34 mm dan yang terendah pada konsentrasi 10% sebesar 1,26 mm. Analisis statistic one-way
ANOVA menunjukan perbedaan yang signifikan (pp
| SFKG002115 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain