Text
Pengaruh Perendaman Minuman Berkarbonasi Nipis Madu terhadap Kekasaran Permukaan Resin Akrilik Heat Cured
Latar Belakang : Konsumsi minuman berkarbonasi di Indonesia meningkat di era sekarang ini karena memiliki banyak khasiat dan dapat menyegarkan. Menurut Riskesdas tahun 2018, proporsi kebiasaan konsumsi minuman berkarbonasi pada
penduduk usia ≥ 3 tahun di provinsi DKI Jakarta 1-6 kali per minggu dan 30,6% dari lansia di atas 65 tahun, menggunakan gigi tiruan. Salah satu contoh minuman berkarbonasi terbuat dari larutan ekstrak nipis madu yang memiliki kandungan utama asam fenolik. Nilai pH dari jeruk nipis 2,48 – 2,5 dan madu berkisar antara 3,2 – 4,5 yang sifatnya asam (pH < 7). Kandungan dan pH yang rendah pada ekstrak nipis madu dapat menyebabkan gangguan pada ikatan polimer akrilik.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman minuman berkarbonasi nipis madu terhadap kekasaran permukaan resin akrilik heat cured.
Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode Pre-test dan Post-test Group Design dengan total 24 spesimen resin akrilik heat cured berukuran 10x10x2 mm yang terdiri dari 6 spesimen setiap kelompok perendaman 1, 3, 5, dan 7 hari. Penelitian dilakukan dengan mengukur kekasaran permukaan resin akrilik heat cured menggunakan surface roughness tester sebelum dan setelah perendaman.
Hasil : Terdapat perbedaan nilai kekasaran sebelum dan sesudah perendaman dengan ekstrak nipis
madu. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kelompok waktu perendaman.
Kesimpulan : Kekasaran permukaan resin akrilik heat cured tidak dipengaruhi oleh lamanya perendaman dalam larutan ekstrak nipis madu.
Kata Kunci : Resin akrilik, kekasaran permukaan, jeruk nipis, madu
| SFKG002007 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain