Text
Potensi Daya Hambat Ekstrak Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Candida albicans Secara In-Vitro
Latar Belakang : Kemangi (Ocimum basilicum L.) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam masakan dan memiliki banyak manfaat. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, linalool, dan eugenol, yang merupakan komponen aktif antifungi. Peneliti tertarik pada kemangi (Ocimum basilicum L.) karena potensi ini, terutama dalam melawan Candida albicans yang merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai mikroorganisme komensal pada vagina, rongga mulut dan saluran pencernaan, namun kerap menyebabkan infeksi rongga mulut seperti kandidiasis. Obat antijamur yang sering digunakan untuk infeksi ini dapat menimbulkan efek samping dan risiko resistensi. Hal ini mendorong peneliti untuk meneliti kemangi (Ocimum basilicum L.) dan senyawa aktifnya yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans.
Tujuan : Menganalisis daya hambat kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap jamur Candida albicans.
Bahan dan Metode : Eksperimental laboratoris yang dilakukan dengan menghitung diameter zona daya hambat menggunakan metode difusi agar sumuran. Sampel yang diuji berjumlah 25 sampel berupa biakan jamur Candida albicans dalam media SDA (Saboroud Dextrose Agar). Variasi konsentrasi perlakuan adalah ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) 30%, 40%, 50%, nistatin
oral suspensi (kontrol positif), dan aquades (kontrol negatif).
Hasil Penelitian : Besar rata-rata daya hambat ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) konsentrasi 30% sebesar 7 mm, konsentrasi 40% sebesar 7.20 mm, konsentrasi 50% sebesar 8.20 mm, sedangkan pada kontrol positif nistatin oral suspensi sebesar 9.10 mm. Uji hipotesis memiliki nilai p=0,000 (p
| SFKG002002 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain