Text
Pengaruh Mengonsumsi Kopi Robusta (Coffea canephora) Terhadap pH Saliva Berdasarkan Jenis Kelamin
Latar Belakang : Derajat keasaman (pH) saliva berperan penting dalam terjadinya karies gigi dan berbagai penyakit mulut lainnya. pH saliva yang rendah (4,5-5,5) mendukung bakteri asidogenik seperti Streptococcus mutans dan Lactobacillus untuk tumbuh. Pola diet memengaruhi tingkat keasaman (pH) saliva. Kopi ialah minuman yang familiar bagi segala usia dan jenis kelamin. Kandungan utama kopi robusta, yaitu kafein, karbohidrat, protein, asam organik, trigonelline, dan asam klorogenat dapat menyebabkan penurunan derajat keasaman (pH) saliva laki-laki dan perempuan.
Tujuan : Memberikan informasi mengenai pengaruh mengonsumsi kopi robusta terhadap pH saliva berdasarkan jenis kelamin. Metode : Penelitian ini menggunakan 32 sampel yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 20-24 tahun dengan jenis penelitian eksperimental dan desain penelitian pretest-posttest group design. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, dan uji statistik menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test.
Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan terdapat penurunan pH saliva pada masing-masing kelompok (P=0.01 untuk kelompok laki-laki dan P=0.029 untuk kelompok perempuan) setelah mengonsumsi kopi robusta. Namun tidak terdapat perbedaan pengaruh bermakna antara kedua kelompok (P=0.217) setelah mengonsumsi kopi robusta.
Kesimpulan : Mengonsumsi kopi robusta mampu menurunkan pH saliva laki-laki dan perempuan, namun tidak terdapat perbedaan pengaruh bermakna antar keduanya. Penurunan pada pH saliva laki-laki memiliki nilai yang lebih besar daripada perempuan.
Kata Kunci : pH Saliva, Pola Diet, Kopi Robusta, Jenis Kelamin, Dewasa Muda
| SFKG001991 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain