Text
Nilai Derajat Keasaman (pH) Saliva Setelah Berkumur Teh Merah (Aspalathus linearis)
Latar Belakang : Saliva berperan dalam proses terjadinya karies gigi. Salah satu komponen saliva yang berhubungan dengan karies gigi adalah pHnya. Karies gigi dapat terjadi karena pH saliva yang rendah. Peningkatan pH saliva dapat dilakukan dengan berkumur. Saat ini, penggunaan bahan alami sebagai bahan aktif obat kumur semakin meningkat. Salah satunya adalah teh merah, Aspalathus linearis, yaitu teh yang tidak mengandung kafein, rendah akan tanin, memiliki potensi akan antioksidan, memiliki kandungan fluoride, dan terdapat komponen aktif, E6CG, dapat meningkatkan sekresi saliva sehingga pH saliva dapat meningkat.
Tujuan : Untuk memberikan informasi mengenai pengaruh berkumur teh merah (Aspalathus linearis) terhadap perubahan pada nilai pH saliva.
Metode : Melakukan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu teh merah dan akuades. Analisis data dilakukan dengan Paired Sample T-Test dan Independent T-Test.
Hasil : Terdapat perbedaan bermakna antara pH saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan perlakuan teh merah (p=0.017). Tidak terdapat perbedaan bermakna pH saliva setelah perlakuan antara teh merah dan akuades (p=0,556).
Kesimpulan : Teh merah (Aspalathus linearis) dapat memengaruhi pH saliva. Penelitian ini menunjukkan bahwa pH saliva meningkat setelah berkumur dengan teh merah. Namun, tidak memiliki perbedaan bermakna antara pH saliva setelah berkumur teh merah dan akuades.
Kata Kunci : Aspalathus linearis, teh merah, berkumur, pH saliva
| SFKG001986 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain