Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Digital
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Admin
  • Arsip
  • Member
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Nilai Derajat Keasaman (pH) Saliva Setelah Berkumur Teh Merah (Aspalathus linearis)

Text

Nilai Derajat Keasaman (pH) Saliva Setelah Berkumur Teh Merah (Aspalathus linearis)

Putri, Tarisha Aulia - Nama Orang;

Latar Belakang : Saliva berperan dalam proses terjadinya karies gigi. Salah satu komponen saliva yang berhubungan dengan karies gigi adalah pHnya. Karies gigi dapat terjadi karena pH saliva yang rendah. Peningkatan pH saliva dapat dilakukan dengan berkumur. Saat ini, penggunaan bahan alami sebagai bahan aktif obat kumur semakin meningkat. Salah satunya adalah teh merah, Aspalathus linearis, yaitu teh yang tidak mengandung kafein, rendah akan tanin, memiliki potensi akan antioksidan, memiliki kandungan fluoride, dan terdapat komponen aktif, E6CG, dapat meningkatkan sekresi saliva sehingga pH saliva dapat meningkat.
Tujuan : Untuk memberikan informasi mengenai pengaruh berkumur teh merah (Aspalathus linearis) terhadap perubahan pada nilai pH saliva.
Metode : Melakukan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu teh merah dan akuades. Analisis data dilakukan dengan Paired Sample T-Test dan Independent T-Test.
Hasil : Terdapat perbedaan bermakna antara pH saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan perlakuan teh merah (p=0.017). Tidak terdapat perbedaan bermakna pH saliva setelah perlakuan antara teh merah dan akuades (p=0,556).
Kesimpulan : Teh merah (Aspalathus linearis) dapat memengaruhi pH saliva. Penelitian ini menunjukkan bahwa pH saliva meningkat setelah berkumur dengan teh merah. Namun, tidak memiliki perbedaan bermakna antara pH saliva setelah berkumur teh merah dan akuades.
Kata Kunci : Aspalathus linearis, teh merah, berkumur, pH saliva


Ketersediaan
SFKG001986Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
611 (213) Put n
Penerbit
Jakarta : FKG UPDM(B)., 2024
Deskripsi Fisik
xiv,76p;29cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
611
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Skripsi Oral Biologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
TARISHA AULIA PUTRI 2020-11-122
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik