Text
Pengaruh Perendaman Plat Resin Akrilik Heat Cured pada Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Jumlah Bakteri Streptococcus mutans
Latar Belakang : Dalam pembuatan gigi tiruan banyak bahan yang digunakan, salah satu bahan pembuatan basis gigi tiruan adalah resin akrilik. Resin akrilik yang sudah sangat sering digunakan yaitu resin akrilik polimerisasi panas, tetapi resin akrilik polimerisasi panas memiliki kekurangan yaitu adanya kekasaran permukaan dimana bakteri mudah terakumulasi. Salah satu bakteri yang sering menumpuk yaitu bakteri Streptococcus mutans. Pembersihan gigi tiruan sangat diperlukan guna menjaga gigi tiruan supaya tetap bersih, salah satu bahan pembersihan gigi tiruan dapat terbuat dari herbal yaitu kulit jeruk nipis. Kulit jeruk nipis sendiri memiliki kandungan seperti minyak atsiri yang bekerja sebagai antibakteri.
Tujuan : mengetahui pengaruh perendaman ekstrak kulit jeruk nipis terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode: penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium dengan desain penelitian post test only group design. Jumlah sampel sebanyak 27 plat resin akrilik polimerisasi panas berukuran 10 x 10 x 2 mm. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok dengan perendaman dalam ekstrak kulit jeruk nipis 8%, ekstrak kulit jeruk nipis 10% dan aquades sebagai kontrol negatif yang di rendam pada waktu 30 menit serta bakteri yang digunakan adalah Streptococcus mutans.
Hasil : Perendaman basis gigi tiruan dalam ekstrak jeruk nipis 8% dan 10% menunjukkan hasil yang signifikan dibandingkan dengan aquades.
Kesimpulan : Penelitian dengan perendaman basis gigi tiruan pada ekstrak kulit jeruk nipis dengan konsentrasi 8% dan 10% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dimana konsentrasi ekstrak 10% lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 8%.
Kata Kunci: Resin Akrilik Polimerisasi Panas, Streptococcus mutans, Antibakteri, Ekstrak Kulit Jeruk Nipis
| SFKG001980 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain