Text
Efektivitas Air Rebusan Cengkeh (Syzgium aromaticum) terhadap Bakteri Streptococcus mutans padaResin Akrilik Polimerisasi Panas
Latar Belakang : Resin akrilik polimerisasi panas adalah bahan basis gigi tiruan lepasan yang paling banyak digunakan. Resin akrilik ini memiliki kekurangan yaitu porositas dan kekasaran permukaan yang memudahkan terjadinya penumpukan plak dan bakteri, salah satunya adalah Streptococcus mutans. Apabila kebersihan gigi tiruan tidak dijaga dengan baik, maka dapat menyebabkan peradangan mukosa di bawah gigi tiruan yang disebut denture stomatitis. Tanaman cengkeh mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenolik dan minyak atsiri yang diketahui bersifat antibakteri.
Tujuan : Mengetahui efektivitas air rebusan bunga dan daun cengkeh terhadap bakteri Streptococcus mutans pada resin akrilik polimerisasi panas.
Bahan dan Metode : Penelitian laboratorium menggunakan post test only control group design. 27 plat resin akrilik polimerisasi panas dengan panjang 10 mm, lebar 10 mm, dan tebal 2 mm, dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 direndam dalam air rebusan bunga cengkeh 20%, kelompok 2 direndam dalam air rebusan daun cengkeh 20% dan kelompok 3 direndam dalam aquades. Semua kelompok direndam selama 15 menit.
Hasil Penelitian : Terdapat perbedaan signifikan pada jumlah Streptococcus mutans yang direndam dalam air rebusan bunga cengkeh dibandingkan dengan yang direndam dalam air rebusan daun cengkeh (p = 0,001) maupun dalam aquades (p = 0,000). Sedangkan untuk perendaman dalam air rebusan daun cengkeh dibandingkan dengan perendaman dalam aquades tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p = 0,431).
Kesimpulan : Air rebusan bunga cengkeh efektif menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Sedangkan air rebusan daun cengkeh tidak terbukti efektif menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
Kata Kunci : Bunga cengkeh, daun cengkeh, Syzygium aromaticum, Streptococcus mutans, Resin Akrilik Polimerisasi Panas
| SFKG001976 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain