Text
Pengaruh Obat Kumur Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Perubahan Derajat Keasaman (pH) Saliva pada Pengguna Peranti Ortodontik Cekat
Latar Belakang : Perawatan ortodontik dapat menyebabkan perubahan pH saliva. Saliva memiliki kapasitas buffer yang dapat menetralkan kondisi asam dalam rongga mulut. Potensial of hydrogen (pH) yang rendah dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri asidogenik atau yang menghasilkan asam seperti Streptococcus mutans. Salah satu upaya meningkatkan pH saliva adalah menggunakan obat kumur seperti obat kumur daun kelor yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan gigi dan mulut.
Tujuan : Menjelaskan pengaruh obat kumur daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perubahan derajat keasaman (pH) saliva pada pengguna peranti ortodontik cekat.
Metode : Penelitian eksperimental lapangan dengan desain penelitian one group pretest post test. Subjek penelitian berjumlah 18 mahasiswa FKG UPDM(B) berkumur obat kumur daun kelor, saliva dikumpulkan dengan metode spitting, lalu dilakukan pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dilanjut dengan uji statistic parametrik yaitu paired t-test melalui program SPSS.
Hasil : Hasil uji statistic menunjukan peningkatan pH saliva yang signifikan terjadi setelah 5 menit berkumur dengan obat kumur daun kelor. Kesimpulan: Obat kumur daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kemampuan dalam meningkatkan pH saliva.
Kata Kunci : Daun Kelor (Moringa oleifera), Saliva, pH Saliva
| SFKG001972 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain