Text
Efek Ekstrak Kelopak Bungan Rosella Terhadap Viabilitas Sel Osteoblas Sebagai Penghambat Relaps dalam Perawatan Ortodonti: In Vitro
Latar belakang : Dalam perawatan ortodonti, gigi digerakkan melalui tulang menggunakan alat peranti ortodonti yang kecenderungan terjadinya relaps. Retainer merupakan pencegahan terjadinya relaps. Kekurangan dari retainer, yaitu menyebabkan sedikit gigitan terbuka, perubahan warna, bau yang kurang sedap, mudah patah jika terkena tekanan oklusi. Ekstrak kelopak bunga rosella dapat menjadi alternatif untuk mencegah relaps.
Tujuan : untuk melihat ketoksikkan bunga rosella terhadap viabilitas sel osteoblas untuk mencegah relaps dalam perawatan ortodonti.
Metode : penelitian ini dilakukan dengan uji in vitro menggunakan uji toksisitas MTT Assay. Analisis data menggunakan aplikasi Microsoft Excel dengan metode analisis regresi linear. Indikator toksisitas menggunakan IC50 dan perhitungan viabilitas sel.
Hasil : Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga rosella terhadap sel osteoblas sebesar 11,89 μg/ml dan untuk hasil perhitungan viabilitas sel didapatkan konsentrasi 15% memiliki presentase viabilitas sel sebesar 241,358%, konsentrasi 20% sebesar 134,259%, konsentrasi 25% 99,074%, dan konsentrasi 30% sebesar 77,778%.
Kesimpulan : ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dapat dikatakan tidak toksik terhadap sel osteoblas dengan perhitungan viabilitas sel karena memiliki persentase sel hidup >50% dan berpotensi sebagai alternatif bahan alami untuk menghambat relaps dalam perawatan ortodonti.
Kata Kunci : Ekstrak Bunga Rosella, Osteoblas, Relaps, IC50
| SFKG001969 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain