Text
Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi dengan Kualitas Hidup pada Remaja Sekolah Menengah Atas
Latar Belakang : Masa remaja merupakan tahapan kehidupan manusia dari masa kanak-kanak hingga masa dewasa yang terjadi perubahan secara fisik, psikis, spiritual, maupun psikososial. Pada masa remaja daya tarik fisik berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Kualitas hidup adalah kemampuan individu untuk hidup nyaman dengan mempertahankan keadaan sehat fisiologis yang sesuai keseimbangan psikologis dan sosial. Konsep kesehatan menurut WHO tidak hanya bebas penyakit tetapi mencakup keadaan sehat fisik dan sosial. Maloklusi adalah hubungan abnormal antara rahang dan gigi yang dapat terjadi akibat faktor umum atau faktor lokal. Maloklusi di kalangan remaja mempengaruhi interaksi sosial, kondisi psikologis, kepercayaan diri, dan ketidakpuasan terhadap penampilan sehingga mempengaruhi kualitas hidup remaja.
Tujuan : Untuk menjelaskan hubungan tingkat keparahan maloklusi dengan kualitas hidup pada remaja Sekolah Menengah Atas.
Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dengan desain crosssectional dengan observasi satu kali tiap subjek dan mengukur variabel per subjek. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan subjek sebanyak 37 orang. Dengan uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan diolah menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil :
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat keparahan maloklusi dengan kualitas hidup pada remaja.
Kata Kunci : Tingkat Keparahan Maloklusi, Kualitas Hidup, Remaja,Sekolah Menengah Atas
| SFKG001966 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain