Text
Perbandingan Efektivitas Pemakaian Obat Kumur Mengandung Propolis dengan Chlorhexidine 0,2% Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Peranti Ortodonti Cekat
Latar Belakang : Peranti ortodonti cekat, seperti archwires dan brackets, sering menyebabkan masalah kebersihan mulut yang meningkatkan risiko karies dan penyakit periodontal. Plak gigi, yang terbentuk pada peralatan ini, sulit dihilangkan tanpa bantuan disclosing agents dan kontrol plak yang efektif, baik secara mekanik (menyikat gigi, menggunakan dental floss) maupun kimiawi (obat kumur). Chlorhexidine, obat kumur golongan bisguanida, dikenal efektif dalam mengurangi plak dan bakteri karena daya lekatnya yang kuat. Alternatif herbal seperti propolis juga memiliki potensi antimikroba.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas obat kumur herbal yang mengandung propolis dengan chlorhexidine 0,2% dalam menurunkan indeks plak.
Metode : Desain penelitian adalah pre-test post-test dengan 33 subjek dibagi menjadi tiga kelompok : chlorhexidine 0,2%, aquades (kontrol), dan propolis. Plak diukur dengan metode Attin sebelum dan sesudah menggunakan pasta gigi selama 3 minggu.
Hasil : Analisis data dengan uji Anova menunjukkan penurunan terbesar indeks plak pada kelompok chlorhexidine 0,2%, sementara tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok propolis dan aquades.
Kesimpulan : chlorhexidine 0,2% lebih efektif dalam menurunkan indeks plak pada pengguna peranti ortodonti cekat dibandingkan propolis.
Kata Kunci : Ortodonti cekat, indeks plak, obat kumur propolisi, obatkumur Chlorhexidine 0,2%
| SFKG001964 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain