Text
Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi dengan Status Karies pada Remaja Sekolah Menengah Atas
Latar Belakang : Maloklusi merupakan salah satu kelainan gigi yang umum dijumpai di masyarakat. Tingginya prevalensi maloklusi salah satunya karena kesadaran masyarakat rendah dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Maloklusi menyebabkan masalah psikososial dan dapat meningkatkan risiko karies karena gigi berjejal yang sulit dibersihkan. Karies gigi termasuk infeksi yang ditandai oleh proses demineralisasi yang merusak jaringan keras gigi dari permukaan email hingga mencapai pulpa.
Tujuan : Untuk menjelaskan hubungan tingkat keparahan maloklusi dengan status karies pada remaja Sekolah Menengah Atas.
Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dan desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 orang yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling. Dilakukan pemeriksaan klinis untuk menilai DMF-T dan pencetakan rahang berdasarkan HMAR untuk menilai tingkat keparahan maloklusi.
Hasil : Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai sebesar 0,887. Hasil korelasi tersebut yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan maloklusi dengan status karies pada remaja Sekolah Menengah Atas.
Kata Kunci : Tingkat Keparahan Maloklusi, Status Karies, Remaja, Sekolah Menengah Atas, HMAR
| SFKG001958 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain